Kamis, 16 April 2015



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah
Beberapa hari ini, sering terjadi beberapa kasus kriminal, salah satunya yaitu begal motor. Begal alias penyamun yang beroperasi mengincar para pengguna motor yang melintasi jalan-jalan tertentu. Sangatlah meresahkan karena sudah berulang kali terjadi. Hal ini mengundang perhatian serius dari berbagai pihak baik dari pemerintahan maupun masyarakat. Pihak yang paling disoroti tentu saja pihak kepolisian karena dianggap tidak mampu menuntaskan problematika ini yang sebenarnya telah terjadi berlarut-larut. Jatuhnya korban demi korban secara tidak sadar menimbulkan intervensi ketakutan diberbagai lapisan masyarakat, meski aparat kepolisian berdalih kalau mereka serius menangani kasus ini dan telah melakukan langkah-langkah penanganan darurat.
Maraknya kriminalitas begal motor secara tidak langsung mencoreng status Indonesia sebagai negara Metropolitan yang berkembang pesat. Ditambah lagi dengan faktanya bahwa perilaku begal motor adalah kalangan remaja labil yang membuktikan semakin surutnya moralitas remaja indonesia. Oleh karena itu sudah sepantasnya semua pihak duduk bersama guna merumuskan upaya penyelesaian efektif terkait begal motor ini.

B.  Latar Belakang Masalah
1.      Apa definisi dari begal?
2.      Apa faktor penyebab maraknya begal?
3.      Siapa pelaku dari begal motor?
4.      Upaya apa untuk menghindari maraknya begal motor?




C.  Tujuan Penulisan Makalah
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui:
1.      Definisi dari begal.
2.      Faktor penyebab maraknya begal motor.
3.      Pelaku dari begal motor.
4.      Upaya untuk menghindari begal motor.


BAB II
PEMBAHASAN

A.  Definisi Begal
Beberapa hari ini, Indonesia disibukkan dengan peningkatan jumlah kriminalitas pengendara motor yang sangat meresahkan seluruh warga. Munculnya sebuah video yang menggegerkan tentang kasus penikaman di Makassar, pembakaran kasus begal motor di Pondok Aren, dan berbagai pemberitaan dan laporan dari masyarakat yang menjadi korban begal motor mengundang keprihatinan.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) begal adalah  menyamun; merampas di jalan; proses atau cara merampas di jalan; sering terjadi sehingga penduduk di daerah itu tidak berani memakai perhiasan jika berpergian. Ada juga menurut artikata.com begal adalah penyamun; penjahat. Jadi dapat disimpulkan begal adalah perampok atau penjahat yang pekerjaannya menghadang barang orang lain di tengah jalan di tempat yang sunyi. Pelaku yang disebut pembegal, yaitu dia yang merampas harta orang yang ada di jalan yang sepi (biasanya barang yang diambil adalah motor)  kemudian melukai korban.

B.  Faktor Penyebab Maraknya Begal Motor
Kasus pembegalan kendaraan sepeda motor belakangan ini semakin mengkhawatirkan. Bahkan kekesalan warga ditandai dengan dibakarnya salah satu pembegal hidup-hidup di Pondok Aren, Tangerang Selatan pada 24 Februari 2015 lalu. Kriminolog dari FISIP UI Bambang Widodo Umar menyatakan ada  beberapa faktor penyebab mengapa kejahatan yang pelakunya didominasi oleh remaja itu bisa begitu sadis, yaitu:
1.    Maraknya budaya konsumenisme dan materialisme.
Industri gadget dan otomotif (motor) menjadi sebuah tren yang harus senantiasa diikuti.



2.    Media, khususnya film serta games.
Saat ini baik film maupun sinetron, ataupun permainan yang banyak menampilkan adegan kekerasan secara vulgar yang seolah mengajari penontonnya untuk bisa melakukan hal tersebut. Saat ini tontonan kekerasan mudah didapatkan, hal itu berkontribusi anak permisif dengan kekerasan.
3.    Lemahnya pengawasan sosial.
Kurang memperdulikan antara individu satu dengan individu yang lainnya, seperti sistem keamanan ronda saat ini sudah jarang dilakukan.
4.    Kondisi perekonomian negara masih belum cukup baik.
Saat harga kebutuhan pokok meningkat, berbanding terbalik dengan penghasilan.
5.    Terbatasnya lapangan pekerjaan.
Terbatasnya lapangan pekerjaan untuk masyarakat kelas bawah bisa memacu orang mencari jalan lain untuk mendapatkan uang, salah satunya membegal.
6.    Pengaruh dari teman sebaya dan lingkungan sosial.
Pengaruh dari teman sebaya dan lingkungan sosial yang terbiasa melakukan kekerasan. Bahkan dalam beberapa kasus dipicu karena iseng, dan kemudian mereka nyaman. Ada beberapa yang tanpa disadari itu melawan hukum, tetapi ada juga yang merasa melawan hukum, namun merasa tidak akan diproses.
7.    Disfungsi keluarga.
Anak yang lahir dari keluarga bermasalah berpotensi menimbulkan pribadi yang bermasalah, minimal tumbuh kembangnya kurang optimal.
8.    Cara berpikir instan dan labil.
Perilaku pembegalan adalah bagaimana mendapatkan sesuatu dengan cara instan, seperti ia ingin mendapatkan sepeda motor dengan cara instan sehingga ia melakukan tindakan kriminal begal motor.
9.    Tindakan bullying.
Berdasarkan hasil survey IRF tahun 2014, hampir disetiap sekolah terjadi bullying. Bahkan di Taman Kanak-kanak pun sudah ada bibit bullying. Sifat bullying baik psikis maupun verbal sangat mengganggu.
C.  Pelaku Begal Motor
Sebagian para pelaku begal motor masih remaja dan pelajar, yang sudah melupakan jenjang pendidikannya. Kasus begal yang melibatkan remaja adalah bukti ketidakmampuan orang tua dalam memberikan pendidikan dan pengawasan. Begal adalah bentuk kriminalitas yang harus ditangani oleh pihak dan lembaga kepolisian.
Dalam ilmu psikologi, masa remaja adalah masa dimana seseorang masih mencari jati dirinya. Masa remaja dianggap sebagai masa yang paling rentan sekaligus riskan terhadap doktrinisasi positif maupun negatif. Mereka hanya berpikir praktis bagaimana kemudian ia dapat diterima di lingkungannya. Pertimbangan perilakunya positif atau negatif itu menjadi prioritas kedua. Dari wacana diatas tersebut dapat disimpulkan bahwa sebenarnya pelaku begal motor merupakan remaja yang terjerumus dalam lingkungan yang mendesaknya untuk turut ikut dalam kriminalitas begal motor. Dalam artian bahwa begal motor merupakan tren semata. Mereka secara tidak langsung melakukan tindakan kriminalitas begal motor lantaran usaha mereka untuk bergaul dengan lingkungan pergaulannya.
Dapat dipahami pula bahwasanya seorang remaja selalu ingin mendapatkan pengakuan di lingkungannya. Pengakuan itulah yang kemudian menafsirkan bahwa eksistensinya telah tertanam kuat di lingkungan pergaulannya. Ketika aksi begal motor tidak di tanggulangi segera, dan telah bertransformasi dari tren menjadi penyakit, hal inilah yang kemudian menjadi ketakutan bersama. Apabila aksi begal motor telah menjangkit dan menyebarkan virus-virus kriminalitas dipikiran mereka, maka tak ayal penyelesaian dengan pendekatan persuasif agaknya sulit terlaksana. Mereka akan menjadikan aksi begal motor ini sebagai lahan mencari nafkah dan kebiasaan yang menyenangkan. Peri kemanusiaan tidak lagi mereka junjung hingga aksi tusuk-menusuk dengan menggunakan parang maupun busur bukan lagi hal yang ilegal bagi mereka. Mereka akan menghalalkan berbagai cara demi memuluskan rencana mereka dan tak segan menyakiti siapapun yang mencoba menghalanginya.
Pernyataan yang juga berkembang mengatakan bahwa semakin begal motor ini ditindas,  maka semakin beringas pula mereka. Hal ini disebabkan karena mereka terancam dengan keberadaannya. Intervensi yang mengarah pada intimidasi kemudian memunculkan aksi balas dendam yang tidak pandang bulu. Dengan mengatasnamakan solidaritas antar anggota begal motor. Mereka tentu saja tidak akan tinggal diam merespon aksi aparat keamanan dan masyarakat yang bertindak main hakim sendiri terhadap anggotanya. Tak kenal siang atau malam, asal kesempatan itu ada, maka begal motor siap melaksanakan aksinya.

D.  Upaya Untuk Menghindari Begal Motor
Aksi begal motor semakin merajalela. Bahkan sekalipun belakangan ini polisi semakin aktif beroperasi untuk merazia para begal motor, karena jumlah kasus pembegalan belum juga surut. Masyarakat pun semakin antisipasi dengan tindakan begal yang meresahkan. Tak ayal banyak pelaku yang menjadi korban amukan massa lantaran sudah memuncak kekesalan terhadap aksi begal.
Untuk itu baiknya melakukan pencegahan agar tidak sampai tertimpa oleh kejahatan kriminal ini. Berikut ini beberapa upaya untuk menghindari begal:
1.      Jika akan berpergian jauh, kenali medan yang akan dilalui. Jika masih awam, lewati jalan utama yang cukup ramai atau ambil jalur paling dekat tetapi sudah paham dengan jalur tersebut.
2.      Hindari lewati jalan sepi sekalipun dalam keadaan terpaksa. Apalagi jika dilakukan malam hari hal tersebut menjadi semakin rawan kejahatan.
3.      Bekali diri anda dengan berbagai atribut keselamatan berkendara seperti helm, jaket, hingga body protector. Berpakaian ala klub motor mungkin bisa mengurungkan niat pelaku begal untuk melakukan aksi. Jika perlu, bawalah alat setrum kejut untuk menjaga diri untuk menjaga serangan yang tidak diharapkan.
4.      Tidak dianjurkan keluar malam mulai pukul 23.00 hingga 04.00 pagi.  Ini adalah waktu rawan aksi pembegalan.
5.      Dalam keadaan mencurigakan atau pelaku begal menghimpit kendaraan anda, jangan langsung berhenti mendadak. Pakai kaki anda untuk mendorong motor pelaku sekuat mungkin, lalu kabur dengan keadaan motor yang tetap terkendali. Segera cari tempat ramai atau nyalakan klakson untuk memancing perhatian warga setempat.
6.      Jika pelaku membawa pistol atau senjata tajam, mungkin perlu pikirkan keselamatan anda. Boleh jadi memberikan harta yang anda punyai saat itu menjadi solusi. Tetapi anda mesti aktif dengan cara mengenali ciri-ciri pelaku, termasuk nomor polisi kendaraannya, dan kemudian dilaporkan ke pihak yang berwajib.
Adapun juga 4 langkah  rekomendasi/tips untuk emnghadapi terror begal yang semakin hari semakin marak. Diantaranya yaitu:
1.      Persenjatai diri.
Mksud dari mempersenjatai diri disini, bukan berarti kita harus membawa pistol atau senjata tajam yang lain. karena jika membawa senjata tajam, kita bisa ditangkap polisi jika ada razia. Cukup membawa penyemprot merica (pepper spray) atau alat kejut listrik (stun gun) di dalam tas.
2.      Jangan mudah percaya Broadcast.
Broadcast tentang begal bukan hanya menggapai aplikasi chatting, tetapi juga marak di media sosial. Pertanyaanya, apakah benar sumbernya?
Efek adanya Blackberry Messenger (BBM) versi android dan iOS adalah broadcast di BBM yang lebih cepat menyebar. Tetapi dari kecanggian teknologi inilah yang terkadang disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Broadcast biasanya mengatasnamakan polisi yang tidak memperbolehkan kita melewati/menghindari jalan-jalan tertentu karena rawan, padahal pihak kepolisian tidak pernah mengirim broadcast tersebut. Broadcast tersebut lalu tersebar lewat Facebook, WhatsApp, dan sebagainya.  Karena itu timbul rasa curiga bahwa kelompok begal itulah yang menyebarkan broadcast tersebut. Mereka malah menyuruh kita untuk melewatin jalan alternatif yang justru menjadi tempat tongkrongan mereka.
3.      Siapkan Handphone.
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,pastikan baterai handphone dalam keadaan penuh dan terisi pulsa waktu berkendara. Jadi jika terjadi apa-apa, kita bisa langsung menelepon keluarga atau teman untuk meminta tolong. Atau menelpon kantor polisi terdekat.

4.      Preventif.
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Jadi, hindari pulang malam jika sedang berkendara sendiri. Kalaupun terpaksa pulang saat itu juga, carilah teman seperjalanan dan hindari jalan-jalan yang sepi.
Adapun juga tips atasi begal motor dari POLRI karena kasus begal motor yang semakin meresahkan, karena saat ini begal motor tidak hanya beroperasi di Jabodetabek, melainkan sudah merambah ke wilayah lain di Indonesia. Perlu sinergi dari semua pihak untuk mengatasi aksi begal motor ini. Kadiv Humas Polri Irjen Ronny Franky Sompie menyatakan bahwa” kita perlu bersinergi dalam menanggulangi kejahatan apa saja, bukan hanya kasus begal motor. pemda bisa membantu penerangan jalan di tempat sepi, gelap maupun remang-remang. Kemudian, memasang CCTV yang bisa dipantau langsung di setiap kelurahan atau kantor desa oleh petugas Siskamling yang dipandu oleh tiga serangkai desa atau kelurahan, yaitu kepala desa atau lurah, Bhabinkamtibmas dan Babinsa sehingga kecepatan ke lokasi kejadian dapat lebih terarah dan fokus serta lebih cepat ditangani secara bersinergi.”














BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Jadi dapat disimpulkan begal motor adalah perampok atau penjahat yang pekerjaannya menghadang barang orang lain di tengah jalan di tempat yang sunyi. Barang yang biasa dirampas oleh pembegal adalah motor yang kemudian melukai atau tidak segan-segan membunuh korban. Faktor penyebab maraknya begal motor ini adalah karena maraknya budaya konsumenisme dan materialisme, lemahnya pengawasan sosial, kondisi keekonomian negara yang belum stabil, terbatasnya lapangan pekerjaan, pengaruh dari lingkungan, disfungsi keluarga, cara pemikiran yang instan dan labil, serta tindakan bullying. Pelaku dari begal motor ini kebanyakan adalah remaja yang masih menduduki bangku sekolah. Mereka melakukan tindakan kriminal begal motor hanya karena ingin eksis dan menganggap bahwa begal motor merupakan tren yang harus diikuti. Mereka tidak mempertimbangkan apa yang dilakukan karena mereka ingin bergabung dengan lingkungan di pergaulannya. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan remaja yang menjadi pelaku dari begal motor. Karena mereka tidak menerapkan nilai-nilai pancasila yang telah mereka pelajari dibangku sekolah, nilai kemanusiaan sudah tidak ada lagi dihati mereka, yang mereka ketahui adalah bagaimana cara memuaskan dirinya serta kelompoknya yang sangat sadis itu. Para pelaku begal motor merajalela karena kurang tegasnya hukum di Indonesia dan lengahnya pihak kepolisian setempat. Jadi mereka menganggap bahwa begal motor adalah masalah yang kecil yang akan menghasilkan sesuatu yang besar. Mereka tidak berpikir dampak dari perilakunya karena mereka sendiri menganggap hukum itu tidak ada, hukum tercipta untuk dilanggar. Jika generasi muda sudah berpikir seperti itu maka hancurlah bangsa Indonesia karena tidak ada yang bisa tegas menjunjung hukum.




B.  Saran
Dengan menulis makalah ini, penulis mengharapkan kepada:
1.       pembaca agar dapat mengetahui manfaat yang tersirat di dalamnya dan dapat dijadikan sebagai referensi untuk bisa menambah wawasan agar lebih berhati-hati kedepannya.
2.      Penegak hukum di Indonesia agar bisa lebih tegas untuk menegakkan hukum. Kriminalitas di Indonesia bukan hanya tindakan begal, jadi pihak kepolisian harus lebih bersinergi untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.




















DAFTAR RUJUKAN

Arjawinangun, K.B. 2015. Faktor Penyebab Maraknya Begal Motor di Jabodetabek, (online), (metro.sindonews.com/read/969917/31/ini-4-faktor-penyebab-maraknya-begal-motor-di-jabodetabek-1425026331), diakses 31 Maret 2015.
m.artikata.com/arti-321034-begal.html
Choirul, I. 2015. Cara Menghindari dan Menghadapi Begal Motor, (online), (sidomi.com/365068/6-cara-menghindari-dan-menghadapi-begal-motor/), diakses 29 Maret 2015.
kbbi.web.id/begal
Khazanah. 2015. Minimnya Pendidikan Agama Bukan Pemicu Begal, (online), (m.replubika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/15/03/05/nkqauz-mini), diakses 31 Maret 2015.
Marhaenjati, B. 2015. Faktor-Faktor Penyebab Anak-Anak Jadi Pelaku Begal, (online), (m.beritasatu.com/hukum-kriminalitas/253898-faktorfaktor-penyebab-anakanak-jadi-pelaku-begal.html), diakses 31 Maret 2015.
Sutianto, S.D. 2015. Kasus Begal Bisa Menekan Ekonomi Jika Dibiarkan Berlarut-larut, (online), (http://finance.detik.com/read/2015/03/07/114330/2852260/4/kasus-begal-bisa-menekan-ekonomi-jika-dibiarkan-berlarut-larut), diakses 29 Maret 2015.
Umar. 2015. Tips Atasi Begal Motor dari Polri, (online), (http://duniabaca.com/inilah-tips-atasi-begal-motor-dari-polri.html), diakses pada 29 Maret 2015.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar